Hari ini aku
melihat idolaku tampil live di sebuah acara musik di televisi. Sebagai
penggemar berat, tentu saja aku datang menyaksikan mereka dan memberi
dukungan. Idolaku lebih penting dari pekerjaanku. Lagipula, aku juga
sudah sering dipecat karena jarang masuk kantor.
Dari
anggota lainnya, hanya member kesukaankulah yang terlihat paling
bersinar di mataku. Dialah oshiku, Ishiyama Mion, dia adalah member dari
idol group nomor satu di Jepang, EKB48.
♪Kono mune ga kyun~ kyun~ shite
Hontouni daisuki dayo
Watashi no ichiban daisuki na hito wa
Anata dake yo!♪
Aku
sangat menyukai single terbaru mereka, "Kono Koi wa Kyun Kyun Shite".
Aku merasa bahwa lirik itu amat cocok bagiku. Aku menyukai Mion-chan
lebih dari fans lainnya, lebih dari sahabat-sahabatnya, bahkan, mungkin
rasa sayangku pada Mion-chan lebih tinggi dari orangtua Mion-chan
sendiri.
Hari
ini akan diadakan event handshake dengan member EKB48. Aku sudah
membeli banyak tiket untuk bersalaman dengan Mion-chan. Aku bertekad
untuk melamarnya di biliknya nanti. Semoga aku sukses!
Aku
segera memberikan seluruh tiketku pada staf yang ada di bilik
Mion-chan. Kemudian ia mengatur stopwatchnya dan mulai mempersilakanku
untuk masuk ke bilik dan berinteraksi dengan Mion-chan.
Aku masuk ke bilik dan Mion-chan tersenyum ramah sambil melambai-lambaikan kedua tangannya.
"Hai, kak!" Mion-chan mulai menjabat tanganku.
"Hai, Mion-chan! Ini aku. Apa kau masih ingat?" Kataku dengan suara agak gugup.
"Ya! Tentu saja aku ingat! Kakak yang sering ke theater itu kan?"
Aku mengangguk, senang rasanya bisa ngobrol dengan idolaku. Tapi aku baru teringat tujuan awalku untuk melamar Mion-chan.
"Umm.. Mion-chan..."
"Iyaa kak?"
Aku
melepas tanganku dari tangan Mion-chan dan mengambil sebuah kotak kecil
berisi cincin yang sudah kupersiapkan sebelumnya. Aku berlutut dan
menyodorkan kotak cincin itu pada Mion-chan.
"M-Mion-chan!
Menikahlah denganku!" Kataku mantap. Walaupun jantungku berdegup
kencang, tapi aku berhasil mengatakannya dengan jelas.
Raut
wajah Mion-chan seketika berubah menjadi tatapan jijik. Lalu ia
mengarahkan pandangannya ke arah staf yang menjaga biliknya. Matanya
seakan-akan berkata "Bisakah kau tarik orang ini ke luar?". Tapi staf
tidak menghiraukannya.
"M-mana mungkin aku akan menikahimu!" Balas Mion-chan galak. Auranya berbeda 180 derajat dengan yang tadi,
"L-lagipula,
aku baru 18 tahun! Dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan pria
seperti kamu! Sampai mati pun aku tidak akan mau!!" Tambahnya ketus,
lalu ia membuang muka.
Aku memegang tangan Mion-chan dan menariknya kuat-kuat. Tapi Mion-chan terus berontak untuk melepaskan dirinya dari aku.
"KAU
HARUS MENIKAH DENGANKU... MION-CHAN, AKU AMAT MENYUKAIMU, KAU TAHU?"
Aku mendekatinya dan menatap dalam ke matanya. Lalu kusunggingkan sebuah
senyuman memelas.
"KYAAAAAAHHH!!!" Mion-chan berteriak, "PERGI KAMU DARI SINIII! SIAPAPUN, KUMOHON USIR DIA!! AKU TAKUUUTTT!!"
Aku
tak ingat apa-apa setelah itu. Yang aku tahu, aku ditarik keluar secara
paksa dari bilik Mion-chan dan aku kena blacklist dari manajemen EKB48.
Aku amat kecewa dengan Mion-chan.
Dasar
Ishiyama Mion! Si idola busuk! Ia hanya bertingkah baik karena itu
adalah pekerjaan, dibalik itu, ia menganggap rendah penggemarnya.
2
minggu setelah event handshake, Mion-chan mengumumkan kelulusannya dari
EKB48. Manajernya mengatakan bahwa Mion-chan akan fokus untuk studinya,
tapi aku tak percaya. Aku tahu Mion-chan memilih untuk lulus agar aku
tidak bisa menemuinya lagi.
Dasar idola
bodoh... Aku ini mantan penggemarmu, kau tahu? Aku tahu semua tentangmu.
Aku tahu dimana kau bersekolah, aku tahu kapan kau makan siang, aku
dimana rumahmu, dan aku tahu apa warna pakaian tidurmu.
Jadi,
malam ini aku berencana untuk menghampiri Mion-chan di rumahnya.
Mion-chan tinggal seorang diri di mansion. Ya, kamar nomor 502 akan
menjadi saksi atas perbuatan yang kulakukan terhadapnya nanti. Aku
bersiap untuk menjalankan rencanaku.
"Halo, Reika? Iyaa, maafkan aku tidak memberitahumu terlebih dahulu tentang kelulusanku.."
"Kau berhenti jadi idol? Bukankah itu mimpimu?"
"Iya, sejujurnya.. Aku masih ingin menjadi idol"
"Lalu, kenapa kau berhenti?"
"Tapi aku takut dengan orang yang ada di handshake event lalu.. Kau ingat?"
"Orang yang mana ya..?"
"Loohh?! Aku belum cerita padamu ya?"
"Belum... Makanya, kamu cerita dong!"
"Ya
sudah, datang ke rumahku ya. Aku ingin menceritakan semuanya padamu.
Ya? Hmm... Oke, oke. Baiklah kalau begitu.. Oke, kutunggu ya, bye!"
TOK! TOK!
Terdengar
suara ketukan dari luar pintu. Mion meletakkan ponselnya dan berjalan
ke arah pintu. Mion meraih gagang pintu dan membuka pintunya.
"Reika? Cepat sekali kau da-KYAAAAHHHH!!!!"
TOK! TOK!
"Reika? Cepat sekali kau da-KYAAAAHHHH!!!!"
Aku
berdiri di depan pintu kamar Mion-chan sambil memegang pisau daging dan
menyunggingkan senyuman kemenangan. Sementara itu, Mion-chan membanting
pintu dan segera menjauh dariku. Aku membuka pintu yang tak terkunci
itu dan masuk ke kamarnya. Hmm, kamar ini benar-benar dipenuhi oleh
aroma Mion-chan. Tak lupa, aku mengunci pintu agar Mion-chan tak bisa
melarikan diri dariku.
"Tolong aku.. t-tttolong
aku.. k-kumohon.. a-aaku sudah bukan idola lagi sekarang... T-tttolong
biarkan aku menjalani kehidupanku sebagai orang biasa.." Kata Mion-chan
dengan nada bergetar sambil memeluk lutut di pojok dinding.
Tak
kusangkan Mion-chan begitu kaget karena kehadiranku, namun aku harus
membuatnya tetap tenang agar aku tidak ketahuan orang lain.
"Mion-chan..."
Kataku dengan nada yang kubuat-buat, seolah-olah terdengar seram, "Aku
sudah bilang kalau aku akan menikah denganmu kan.."
"Tidaaakkkhh..!! Aku tidak ingin menikah dengan--"
"Ow
ow ow, jangan tsundere begitu, aku tahu kau menginginkannya..." Aku
mengambil sehelai kain yang telah kusiapkan di tasku dan mulai
mengikatkannya ke mulut Mion-chan, agar ia tidak bisa bersuara. Lalu,
kuperintahkan Mion-chan untuk duduk di kursi makan, dan kuikat dengan ia
dengan tali.
"Hmmfftt...!! Hmmfftt...!!"
Mion-chan seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi ia tak bisa
mengatakannya dengan jelas. Air mata mulai mengalir membasahi pipinya,
matanya terlihat sembab.
Aku melihat wajah Mion-chan dari dekat, "Wajahmu yang sedang menangis... aku suka..."
"Hmmpphh!! Hmmbbffhh!! Mmffh!!"
Aku
mencium kening Mion-chan yang tertutup poni, "Teruslah menangis lebih
deras lagi, Mion-chan! Media belum pernah meliputmu saat kau sedang
menangis, dan ternyata wajah menangismu sangat manis!"
Mion-chan menangis lagi, kali ini ia sampai sesenggukkan, "Hmmhmmfftt.... Mmfffhh... Mbbhhh!!"
Aku mengambil pisau kecil dari dalam tasku. Kupegang seluruh helai rambut Mion-chan yang tergerai panjang.
"Aku bosan melihatmu dengan model rambut seperti ini... Ah, aku tahu! Aku akan memotongnya! Boleh kan, Mion-chan?"
Mion-chan hanya bisa menangis. Tatapannya menunjukkan bahwa ia tak terima dengan perbuatanku.
"JANGAN MEMANDANGKU DENGAN TATAPAN SEPERTI ITU!!!"
SRET!!
"Uuukkhhh!!"
Aku memotong rambut Mion-chan. Kini, rambutnya tinggal seleher. Ada luka gores di leher Mion-chan akibat perbuatanku tadi.
"Maaf, Mion-chan... Tadi saat aku memotong rambutmu, lehermu ikut tergores juga.." Kataku sembari mengelus-ngelus kepalanya.
"Kalau
begitu, sekalian saja kugores yang lainnya ya!" Kataku bersemangat.
Mion-chan menunjukkan ekspresi kaget, matanya seolah olah mengatakan
"Jangan! Kumohon, hentikan!" Tapi aku tak peduli~
Aku
mulai menggores pipi Mion-chan yang tak tertutup oleh kain.
Selanjutnya, aku menuliskan kanji "suka" di lengan kanannya. Aku beralih
ke daerah dada. Rasanya aku ingin sekali menggores bagian itu juga. Aku
bertanya-tanya.. apakah ada silikon di dalamnya?
Tapi
kukurungkan niatku itu. Kurasa aku tak perlu melakukan itu. Toh, aku
sekarang sedang menjadikan Mion-chan sebagai mainanku yang bisa kulukai
sampai mati.
Aku menggores bagian tubuh
Mion-chan yang lain. Betis, kaki, dan paha, semuanya tak luput dari
goresannya. Semua bagian tubuh Mion-chan yang kugores, mengeluarkan
darah. Sampai-sampai aku lupa, rupanya aku membuat kesalahan. Aku
membuat goresan yang cukup dalam yang mengenai pembuluh arteri di
pergelangan tangannya. Seketika itu, darah memancar kemana-mana. Ini
artinya, aku tidak bisa melukai Mion-chan lagi, karena ia akan segera
mati.
Mion-chan terbatuk-batuk. Sepertinya masa
bermainku akan segera berakhir. Dia mulai sekarat. Beberapa menit
berlalu, dan ia tidak menunjukan respon apapun lagi. Yaah, Mion-chan
sudah mati!
Tapi tunggu dulu...
Bukannya dia pernah bilang "...aku tidak akan pernah mau menikah dengan pria seperti kamu! Sampai mati pun aku tidak akan mau!"
Mana
bukti ucapanmu itu, Mion-chan? Sekarang kau sudah mati dan sebentar
lagi, kau akan kujadikan istriku. Akhirnya, kini kita bisa hidup
bersama. Aku amat menyukaimu, Mion-chan. Aku adalah penggemar beratmu,
makanya aku melakukan hal ini. Kuharap kau menyukainya.
Karena.. hanya Mion-chan lah satu satunya idola yang kusukai...

Keren ih critanya.. tp mionnya nyebelin._.
BalasHapusBrarti penggemarnya itu klainan ya? Nekrofilia apa? Wkwkwk
Hehehe... makasih...
HapusIni bikinnya lama banget dan menguras otak(?)
Hmm, jawabannya tunggu di post berikutnya yaa XD
Trus nasib reika gimana??
BalasHapusTerus nasibku dengannya gimana?
HapusApa kita harus putus? Atau harus bagaimana?
Kamu pilih dia atau akuuuuu? #plak