Senin, 23 November 2015

Horror Time - Act 4 : ~Senpai~ (Kakak Kelas)

By : Ichinisasha - 2015


Aku melangkah gontai menuju perpustakaan. Huft, perpustakaan sekolah adalah tempat yang paling tidak ingin kudatangi! Buku-buku tebal yang berdebu tampak begitu membosankan di mataku. Aku bahkan pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku takkan pernah pergi ke tempat itu lagi.

Yaah, tapi apa boleh buat... Hari ini mendapat masalah. Nilai ulangan fisikaku jauh di bawah kkm dan Bu Ima, sang guru killer itu memintaku mengikuti remedial di perpustakaan. Sialnya lagi, hanya aku seorang yang harus mengikuti remed. Ah, keberuntungan memang tak pernah berpihak padaku!

Sesampainya di perpustakaan, mataku tak menangkap satu pun sosok manusia. Yang kulihat hanyalah buku tua membosankan yang ada di rak. Argh! Kemana sih guru itu? Jangan-jangan, ia hanya ingin mengerjaiku?! Akhirnya kuputuskan untuk berkeliling dan aku menemukan seseorang yang sedang duduk sambil membaca buku.

Aku memandangnya dari tempatku berdiri saat ini. Cukup jauh memang, tapi aku bahagia melihat sosoknya. Ia begitu keren dan menawan. Rambutnya berjambul dan kacamata bingkai hitamnya berhasil membuatku terpesona. Tak lama, ia merasakan kehadiranku. Aku ditatap oleh matanya, "Hai, namamu siapa? Sini, sini! Nggak perlu jauh-jauh begitu.."

Aku mendekat padanya dan memberitahukan nama dan kelas asalku, dan juga keperluanku datang ke perpustakaan ini.

"Perkenalkan, namaku Ichimoto Hiro. Kelas XI-3, salam kenal ya!" Katanya ramah sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih cemerlang. Rupanya dia adalah kakak kelasku, pantas aku tak familiar dengannya.. Maklum, kelas XI berada di lantai 2, sedangkan kelasku di lantai 1.

Waktu berlalu begitu saja. Setelah perkenalan kami yang cukup singkat, kami mulai membuka obrolan yang lebih jauh lagi. Bahkan, kak Hiro mengajariku fisika. Karena aku mengatakan padanya bahwa aku akan mengikuti remedial fisika. Ia juga menepuk kepalaku dan memberiku semangat. Ah, kurasa aku jatuh cinta padanya. Aku bertekad akan mengutarakan perasaanku ini, tapi tak mungkin kukatakan dalam waktu dekat. Lagipula aku belum terlalu dekat dengan kak Hiro.

KRIEETTT...

Pintu perpustakaan dibuka dari luar, muncullah sesosok perempuan setengah baya yang menatapku dengan tatapan lesu. Ya, ia adalah Bu Ima. Hmm, namun agak aneh rasanya. Biasanya beliau muncul dengan aura killernya, tapi sekarang kok malah lesu begitu ya?

"Oh, Nak.. rupanya kamu sudah di sini.. Tadi Ibu baru saja menjenguk siswa kelas XI yang mengalami kecelakaan pagi tadi.. jadi Ibu terlambat datang ke sini.. maaf ya.."

Aku menggeleng, "Tidak apa-apa kok,  Bu.."

"Kamu sendirian, Nak?" Kata Bu Ima sambil menulis soal remedial

"Enggak Bu, saya ditemenin kak Hiro..." tanganku menyiapkan pensil dan pulpen untuk menjawab soal.

Bu Ima berhenti menulis, "Hiro?! Hiro siapa?!" Tanyanya dengan nada panik.

"Hiro... Ichimoto Hiro dari kelas XI-3!" Jawabku sekenanya.

Mata Bu Ima terbelalak. Ia mencoba mengatur nafasnya. Aku menanyakan pada beliau apa yang terjadi, dan beliau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Detak jantungku berhenti untuk sejenak, tidak mungkin! Pasti tidak mungkin! Yang diceritakan Bu Ima itu bohooonggg! Aku tidak percaya padanya! 
Karena barusan... kak Hiro tampak nyata bagiku!

2 komentar:

  1. Aaa sedihh.. padahal hiro senpai yg bermegane(?) ( •́ㅿ•̀ )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senpai bermegane itu langka! Harus dilestarikan!
      Marilah kita budayakan untuk menanamkan rasa cinta pada senpai bermegane ( •́ㅿ•̀ ) #gerakantanam1000senpaibermegane

      Hapus